Dilarang Anu...
Sore itu, di kampung Sudi Makmur, warga begitu ramai menyaksikan perkelahian antara Supardi melawan Isur. Bagi sebagian orang, menyaksikan perkelahian dua lelaki tua di tengah banjir yang melanda kampung mereka itu adalah hiburan yang tak bisa dilewatkan. Sedangkan bagi sebagian yang lain, perkelahian itu adalah tanda bahwa masalah yang kini menimpa mereka benar-benar serius adanya. “Pukul saja!” Supardi, dengan tubuh gemuknya nampak begitu kewalahan menghadapi Isur. Dan satu pukulan dari Isur akhirnya berhasil mengenai pipi laki-laki berumur tiga puluh delapan tahun itu. Supardi tersungkur, namun enggan menyerah begitu saja. “Pukul! Pukul! Pukul!” “Orang seperti itu pantas dihukum!” “Akui saja, pendapatku lah yang benar,” teriak Isur. “Benar, akui saja!” Beberapa warga yang sependapat dengan Isur bersorak sorai sambil meneriakkan kata se...