Semua Mantan Kekasih Layak Berbahagia
Sha, aku ingin memberimu seluruh bahagiaku ketika kau berkata ingin membunuh kesedihan. Tetapi seperti juga kamu, bahagiaku ternyata hanyalah kepalsuan yang kubuat-buat untuk menipu diri. Kita memang sama saja; dua orang yang ditinggalkan dan ditanggalkan. Aku tak bisa menghiburmu kecuali jadi pendengar dan manusia sok tahu. Aku menjadi palsu untukmu. Bagiku, kamu adalah cermin, aku berbicara pada pantulanku sendiri. Pertama, dan mungkin satu-satunya; menangislah bila kau ingin menangis—tak ada yang salah dari mengeluarkan air mata. Kau perlu memberi sedikit waktu untuk dirimu agar tak selalu berpura-pura—aneh, padahal dalam menyampaikan ini pun aku berpura-pura. Menangislah seperti yang sering dan tengah kulakukan; sambil mendengarkan radio memutarkan lagu-lagu paling menyedihkan, dengannya aku sering jatuh ke dasar penyesalan dan kemarahan. Kubiarkan radio menyala, menemani tangisku sampai akhirnya kami sama-sama terdiam—jam dua dinihari. Setiap manusia punya cara dan dur...